Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Oktober 2010

RAHASIA KEJAYAAN SAHABAT NABI

Sebagai manusia biasa saya selalu mencoba untuk mencari tahu kenapa nabi Muhammad saw berjaya dalam urusan dunia dan akhirat. Allah dalam firmannya - Alqur'an- banyak memuji para sahabat sebagai manusia yang Allah redha kepada mereka dan mereka redha pada Allah. Tulisan ini merupakan rahasia kejayaan para sahabat yang terletak pada nama asas atau prinsiples atau enam sifat. Memahami enam sifat ini, mengamalkan dan mengajak orang ramai untuk mengamalkannya merupakan kunci sukses untuk berjaya bagi kita semua.

Allah SWT meletakkan kesuksesan dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat hanya pada agama yang sempurna. Agama yang sempurna adalah Agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW, tetapi pada saat ini Umat tidak ada kekuatan dan kemampuan untuk mengamalkan agama secara sempurna. Para Sahabat r.ahum. telah sukses dan jaya dalam mengamalkan agama secara sempurna karena mereka mempunyai sifat-sifat dasar yang terkandung dalam enam sifat sahabat. Enam sifat sahabat bukan agama yang sempurna, karena Agama yang sempurna terkandung dalam Al-Qur’an dan Al Hadits, tetapi apabila enam sifat para sahabat ada dalam diri kita maka Allah SWT akan memberikan kemudahan kepada kita untuk mengamalkan agama secara sempurna. Keenam point dari enam sifat Sahabat rahmatullah alaihum tersebut adalah :

I. YAKIN ATAS KALIMAT TOYIBAH
"LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH"
Kalimat ini adalah kalimat iman. Bila ada usaha atas iman, iman kita akan naik, tetapi bila tidak ada usaha atas iman maka iman kita akan turun bahkan rusak. Setiap amalan akan di terima apabila didasari atas iman. Iman adalah suatu kekuatan yang dapat mendorong seseorang untuk mentaati seluruh perintah Allah, ikut contoh Rasulullah SAW. Bila ada cacat dalam amal mungkin akan diampuni atau mendapat safaat dari seseorang. Tetapi bila ada cacat dalam iman maka Allah SWT tidak akan mengampuni. Ucapan iman ada dibibir tetapi hakikatnya ada dihati. Seminimalnya iman adalah iman yang dapat mendorong seseorang untuk mentaati perintah Allah SWT dengan cara Rasulullah SAW. Sekecil-kecilnya iman akan diberi pahala surga yang luasnya sepuluh kali dunia seisinya. Maksimal iman adalah iman yang tidak terkesan dengan suasana dan keadaan.
Cara mendapatkan hakekat iman :
  • Kita dakwah pentingnya iman.
  • Bila ada pembicaraan tentang iman, kita dengarkan dengan tawajuh.
  • Mengubah pembicaraan dunia dengan pembicaraan iman.
  • Berdoa supaya mendapat hakekat iman.
Bila seseorang telah mengucapkan kalimat LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADUROSULULLAH maka ia harus mengeluarkan seluruh kebesaran (keyakinan) terhadap mahluk dan kebendaan. Dan memasuk satu-satunya keyakinan terhadap Allah SWT dan mengubah cara hidupnya dengan cara Rasulullah SAW secara keseluruhan.
Bila seseorang usaha atas iman secara terus menerus (istiqomah) maka imannya akan kuat dan mampu untuk melaksanakan seluruh perintah Allah SWT dan sunah Rasulullah SAW dan pada saat itu agama akan sempurna dalam dirinya, apabila ia meninggal dunia sebelum mencapai target sempurna imannya maka Allah SWT akan membangkitkannya bersama orang-orang yang sempurna imannya.
II. SHOLAT
sholat adalah hadiah khusus dari Allah SWT yang mana karenanya Rasulullah SAW dipanggil langsung menghadap Allah ke Sidtotul Muntaha yang mana Malaikat Jibril AS tiak mampu untuk menyertainya. Seluruh perintsh Allah SWT disampaikan melalui Malaikat Jibril dan dia sendiri yang turun kebumi kecuali sahlat. Jika sholat kita benar dan diterima maka seluruh kerja kita akan terselesaikan dengan sholat dua rakaat, seluruh hajat kita akan dipenuhi. Minimal sholat dapat menghindarkan kita dari perbuatan keji dan mungkar. Maksimal sholat dapat membuka menarik/khazanah Allah SWT. sholat adalah kunci untuk membuka khazanah Allah SWT. Apabila sholat kita sempurna maka akan sempurna agama kita sebab sholat adalah tiang agama.
Cara mendapatkan hakekat sholat :
  • Mengajak/mengundang orang lain untuk sholat dimasjid dan apabila orang tidak sholat pandanglah ia dengan kasih sayang dan ajak ia untuk sholat.
  • Perbaiki usaha zahir dan bathin sholat, usaha zahir yaitu memperbaiki bacaan, gerakan-gerakan, wuduk dan rukun. Usaha batin adalah mewujudkan sifat ihlas dalam dirikita seolah-olah kita melihat Allah, jika tidak kita harus yakin bahwa Allah melihat kita.
  • Jika kita ingat selain Allah dalam sholat maka kita ucapkan "Allah melihat kita" 3 kali dalam hati.
  • Kita bersyukur atas taufiq dan hidayah beristigfar atas kekurangan sholat kita serta berdoa supaya mendapat hakekat sholat.
III. ILMU MA’ ADZ-DZIKIR
Ilmu dan zikir adalah satu gabungan yang tidak dapat dipisahkan, ilmu adalah jalan menuju Allah dan zikir adalh cahaya penerangan. Yang dimaksud ilmu adalah ilmu yang dengan kita dapat mengenal Allah, sifat-sifatnya, perintah-perintahnya serta larang-larangannya. Apabila kita kenal Allah maka kita akan selalu dekat padaNya. Ilmu yang benar adalah ilmu yang dapat mengenal hak-hak Allah sehingga kita tahu apa yang disukai Allah dan apa yang tidak disukaiNya. Ilmu yang benar adalah ilmu yang dapat mengingatkan kita akan kebesaran Allah dan melahirkan rasa takut kepada Allah.
Ilmu yang mengenal Allah disebut ilmu Tauhid, ilmu yang mengenal perintah Allah disebut ilmu Fadhoil dan Masail. Ilmu Fadhoil dan ilmu Masail sama pentingnya tetapi lebih utama Fadhoil, kkarena 13 tahun Rasulullah mengajarkan di Mekkah, para sahabat memiliki ilmu Fadhoil sehingga mereka mendapat kekuatan untuk mengamalkan agama secara sempurna.
Cara mendaptkan ilmu
  • Ilmu Tauhid dengan cara bertanya membaca dan mendengar.
  • Ilmu Masail dengan cara bertanya kepada alim ulama.
  • Ilmu Fadhoil dengan cara mendengar dan membaca buku taklim Fadhoil dimasjid dan dirumah.
  • Kita dakwahkan pentingnya ilmu.
Dzikir artinya mengingat Allah yang akan melahirkan ma’rifat dan mahabah . zikir melahirkan ingat kepada Allah SWT. Allah SWT menciptakan manusia dari dua unsur ada dari langit ada dari bumi. Unsur dari langit (yaitu roh) mendapatkan makan dari langit dan yang dari bumi (yaitu jasad) hanya makan dari bumi.segala sesuatu ada pembersihnya dan pembersih hati adalah zikirullah. Jika seseorang melakukan dosa maka akan ada satu titik didalam hatinya, jika ia berbuat sebenar-benarnya maka titik hitam yang lain itu akan lenyap. Sebaliknya jika ia melakukan lagi dosa yang lain maka titik hitam yang lainya pun akan timbul dan terus terjadi seperti itu dan jika terlalu banyak dosa yang diperbuatnya maka hatinyapun menjadi gelap jika dia bertaubat tetapi berbuat dosa lagi maka ia adalah orang munafik didepan Allah SWT. Seluruh air dibumi ini tidak akan dapat membersihkan titik hitam tersebut. Dengan berzikir maka akan timbul ketenangan dalam hati.
Cara mendapatkan hakikat zikir :
  • Membaca A-Qur'an
  • Tasbihat 300 kali setiap pagi dan sore
  • Menghafal dan mengamalkan do'a-do'a masnunah
  • Takarrub, duduk dan berzikir yakin bahwa Allah itu ada, mendengar dan melihat serta mengetahui kita 24 jam apa yang kita lakukan.
  • Apabila lihat mahluk kita ingat Allah.
  • Kita dakwahkan pentingnya zikir.
  • Berdoa agar kita mendapatkan hakikat zikir.
Jika kita terus berzikir maka kita akan terpekihara dari perbuatan maksiat dan dengan terus menerus berzikir maka akan menimbulkan keagungan dan kebesaran Allah SWT dalam hatyi kita.
IV. IKROMUL MISLIMIN
Ikrom mencakup seluruh kegiatan sosial bagaimana kita dapat hidup bersama dalam masyarakat. Kita harus menunaikan hak-hak orang lain (saudara muslim). Ikrom berhubungan erat dengan iman, karena iman kita tidak dapat menunaikan hak orang lain. Bila hak Allah kita langgar mungkin Allah akan mengampuni tatapi bila hak saudara muslim kita langgar mungkin kita tidak dapat diampuni kecuali kita dapat bertemu dan minta maaf dengan orang tersebut.
Hak dalam Islam dibagi tiga :
  1. Hak Allah, Rasul, laki-laki, kepada Ibu
  2. Hak istri kepada suami
  3. Hak tetangga, saudara dan seluruh mahluk Allah
Akhlak dibagi tiga :
  1. Akhlakul hasanah kebaikan dibalas kebaikan
  2. Akhlakul karimah kebaikan dibalas dengan lebih baik
  3. Akhlakul adzimah kejahatan dibalas kebaikan
Ikromul muslimin khusus bagi orang Islam saja karena keimanannya yaitu merubah tabiat buruk kepada ketaatan kepada Allah.
Cara mendapatkan Ikromul muslimin :
  • Kita memuliakan orang sesuai dengan keadaan yang tua, muda, dan yang sama.
  • Dakwahkan pentingnya Ikromul muslimin
  • Doa supaya mendapatkan Ikromul muslimin.

V. IKHLASHUN AN-NIAH
Bila ada suatu pekerjaan dikerjakan karena Allah maka akan diterima Allah jika tidak maka akan disiksa, bila ada cacat dalam amal mungkin akan diampuni tetapi bila ada cacat dalam niat maka tidak diampuni. Sebelum melakukan amal hendaklah diperhatikan tentang niatnya. Jika niat karena Allah ikhlas nama. Jika tidak maka walaupun seluruh Mufti Memberikan fatwah kepada seseorang itu bahwa ia ikhlas maka dihadapan Allah ia tidak dianggap ikhlas.
Cara dapat hakekat ikhlas :
  • Sebelum memulai amalan peliharalah niat sebaik-baiknya kemudian mengecek niat ketika beramal dan istgfar sesudah beramal dan meminta ampun kepada Allah.
  • Mendakwahkan pentingnya ikhlas.
  • Kita berdoa kepada Allah supaya kita mendapat hakikat ikhlas.
  • Jika kita memelihara amalan kita setiap hari dengan istiqomah dijalan Allah maka sedikit demi sedikit akan tumbuh sifat ikhlas.
  • Ikhlas adalah rahasia Allah dengan hambanya sekalipun malaikat tidak tahu nilainya ikhlas, bahwa 'amal kita yang ikhlas Allah simpan sampai kita bertemuNya.
VI. TAFRIQUL AUQOT (MELUANGKAN WAKTU)
Meluangkan waktu untuk agama meliputi amalan intiqoli (khuruj) dan amalan maqomi maksudnya adalah untuk menghilangkan kesalahfahaman kita tentang pemilikan harta dan jiwa kita, kita merasa bahwa harta dan jiwa milik kita. Firman Allah : "sesungguhnya Allah telah membeli harta orang beriman dengan syurga" yang dimaksud setelah kita syahadat maka pemilikan harta dan jiwa telah ditukar Allah ta'ala dengan syurga. Syahadat adalah suatu transaksi dan Allah SWT adalah maha kaya atas segala mahkluknya. Allah tidak perlu jiwa dan harta kita tetapi harta dan jiwa kita ini dikembalikan kepada kita sebagai amanat supaya dapat dimanfaatkan sesuai dengan yang dikehendaki oleh yang memberi amanat.
Tentunya pemanfaatan jiwa dan harta kita harus sesuai dengan perintah Allah yang ada dalam Al-qur’an dan Hadist serta kehidupan sahabat ra.
Cara para Sahabat r.ahum. memanfaatkan jiwa dan waktu mereka:
  • Untuk agama maliputi khuruj (intiqoli 'amal), maqomi 'amal, nusroh, ibadah, memenuhi kebutuhan orang-orang fakir miskin, yatim piatu, membangun masjid dan lain-lain.
  • Bila ada sisa boleh digunakan untuk diri dan keluarga kita tetapi pada saat ini pemanfaatan tersebut terbalik.
Untuk mendapatkan hakekat tersebut harus meluangkan waktu untuk belajar secara praktek minimal untuk seumur hidup empat bulan, setelah itu kembali kerumah usaha pengorbanan untuk meningkatkan pengorbanan sepersepuluh hidup dan ditingkatkan sepertiga hidup dari waktu kita dan secara bertahap ditingkatkan hingga seumur hidup.

Kamis, 07 Oktober 2010

ASAL USUL KUMANDANG ADZAN

(Riwayat : Anas r.a; Abu Dawud; Al Bukhari)
Seiring dengan berlalunya waktu, para pemeluk agama Islam yang semula sedikit, bukannya semakin surut jumlahnya. Betapa hebatnya perjuangan yang harus dihadapi untuk menegakkan syiar agama ini tidak membuatnya musnah. Kebenaran memang tidak dapat dmusnahkan.
Semakin hari semakin bertambah banyak saja orang-orang yang menjadi penganutnya. Demikian pula dengan penduduk dikota Madinah, yang merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam pada masa-masa awalnya. Sudah sebagian tersebar dari penduduk yang ada dikota itu sudah menerima Islam sebagai agamanya. Ketika orang-orang Islam masih sedikit jumlahnya, tidaklah sulit bagi mereka untuk bisa berkumpul bersama-sama untuk menunaikan sholat berjama` ah. Kini, hal itu tidak mudah lagi mengingat setiap penduduk tentu mempunyai ragam kesibukan yang tidak sama. Kesibukan yang tinggi pada setiap orang tentu mempunyai potensi terhadap kealpaan ataupun kelalaian pada masing-masing orang untuk menunaikan sholat pada waktunya. Dan tentunya, kalau hal ini dapat terjadi dan kemudian terus-menerus berulang, maka bisa  dipikirkan bagaimana jadinya para pemeluk Islam. Ini adalah satu persoalan yang cukup beratyang perlu segera dicarikan jalan keluarnya.
Pada masa itu, memang belum ada cara yang tepat untuk memanggil orang sholat. Orang-orang biasanya berkumpul dimasjid masing -masing menurut waktu dan kesempatan yang dimilikinya. Bila sudah banyak terkumpul orang, barulah sholat jama `ah dimulai. Atas timbulnya dinamika pemikiran diatas, maka timbul kebutuhan untuk mencari suatu cara yang dapat digunakan sebagai sarana untuk mengingatkan dan memanggil orang-orang untuk sholat tepat pada waktunya tiba.
Ada banyak pemikiran yang diusulkan. Ada sahabat yang menyarankan bahwa manakala waktu sholat tiba, maka segera dinyalakan api pada tempat yang tinggi dimana orang-orang bisa dengan mudah melihat ketempat itu, atau setidak-tidaknya asapnya bisa dilihat orang walaupun ia berada ditempat yang jauh. Ada yang menyarankan untuk membunyikan lonceng.
Ada juga yang mengusulkan untuk meniup tanduk kambing. Pendeknya ada banyak saran yang timbul.
Saran-saran diatas memang cukup representatif. Tapi banyak sahabat juga yang kurang setuju bahkan ada yang terang-terangan menolaknya. Alasannya sederhana saja : itu adalah cara-cara lama yang biasanya telah dipraktekkan oleh kaum Yahudi. Rupanya banyak sahabat yang mengkhawatirkan image yang bisa timbul bila cara-cara dari kaum kafir digunakan. Maka disepakatilah untuk mencari cara-cara lain.
Lantas, ada usul dari Umar r.a jikalau ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai pemanggil kaum Muslim untuk sholat pada setiap masuknya waktu sholat. Saran ini agaknya bisa diterima oleh semua orang, Rasulullah SAW juga menyetujuinya. Sekarang yang menjadi persoalan bagaimana itu bisa dilakukan ? Abu Dawud mengisahkan bahwa Abdullah bin Zaid r.a meriwayatkan sbb :
"Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk sholat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja. Orang tersebut malah bertanya," Untuk apa ? Aku menjawabnya,"Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan sholat." Orang itu berkata
lagi,"Maukah kau kuajari cara yang lebih baik ?" Dan aku menjawab " Ya !" Lalu dia berkata lagi, dan kali ini dengan suara yang amat lantang , " Allahu Akbar,Allahu Akbar.."
Ketika esoknya aku bangun, aku menemui Rasulullah SAW dan menceritakan perihal mimpi itu kepada beliau. Dan beliau berkata,"Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang." Lalu akupun melakukan hal itu bersama Bilal."
Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar r.a, ia juga menceritakannya kepada Rasulullah SAW . Nabi SAW bersyukur kepada Allah SWT atas semua ini.

RASA KASIH TERLIHAT DALAM MATA

Sore itu adalah sore yang sangat dingin di Virginia bagian utara, berpuluh-puluh tahun yang lalu. Janggut si orang tua dilapisi es musim dingin selagi ia menunggu tumpangan menyeberangi sungai. Penantiannya seakan tak berakhir. Tubuhnya menjadi mati rasa dan kaku akibat angin utara yang dingin.
Samar-samar ia mendengar irama teratur hentakan kaki kuda yang berlari mendekat di atas jalan yang beku itu. Dengan gelisah iamengawasi beberapa penunggang kuda memutari tikungan.
Ia membiarkan beberapa kuda lewat, tanpa berusaha untuk menarik perhatian. Lalu, satu lagi lewat, dan satu lagi. Akhirnya, penunggang kuda yang terakhir mendekati tempat si orang tua yang duduk seperti patung salju.
Saat yang satu ini mendekat, si orang tua menangkap mata si penunggang...dan ia pun berkata, "Tuan, maukah anda memberikan tumpangan pada orang tua ini ke seberang ? Kelihatannya tak ada jalan untuk berjalan kaki." Sambil menghentikan kudanya, si penunggang menjawab, "Tentu. Naiklah." Melihat si orang
tua tak mampu mengangkat tubuhnya yang setengah membeku dari atas tanah, si penunggang kuda turun dan menolongnya naik ke atas kuda.
Si penunggang membawa si orang tua itu bukan hanya ke seberang sungai, tapi terus ke tempat tujuannya, yang hanya berjarak beberapa kilometer. Selagi mereka mendekati pondok kecil yang nyaman, rasa ingin tahu si penunggang kuda atas sesuatu, mendorongnya untuk bertanya,
"Pak, saya lihat tadi bapak membiarkan penunggang2 kuda lain lewat, tanpa berusaha meminta tumpangan. Saya ingin tahu kenapa pada malam musim dingin seperti ini Bapak mau menunggu dan minta tolong pada penunggang terakhir. Bagaimana kalau saya tadi menolak dan meninggalkan bapak di sana?" Si orang tua menurunkan tubuhnya perlahan dari kuda, memandang langsung mata si penunggang kuda dan menjawab, "Saya sudah lama tinggal di daerah ini. Saya rasa saya cukup kenal dengan orang." Si orang tua melanjutkan, "Saya memandang mata penunggang yang lain, dan langsung tahu bahwa di situ tidak ada perhatian pada keadaan saya. Pasti percuma saja saya minta tumpangan.
Tapi waktu saya melihat matamu, kebaikan hati dan rasa kasihmu terasa jelas ada pada dirimu. Saya tahu saat itu juga bahwa jiwamu yang lembut akan menyambut kesempatan untuk memberi saya pertolongan pada saat saya membutuhkannya." Komentar yang menghangatkan hati itu menyentuh si penunggang kuda dengan dalam. "Saya berterima kasih sekali atas perkataan bapak", ia berkata pada si orang tua. "Mudah-mudahan
saya tidak akan terlalu sibuk mengurus masalah saya sendiri hingga saya gagal menanggapi kebutuhan orang lain.." Seraya berkata demikian, Thomas Jefferson, si penunggang kuda itu, memutar kudanya dan melanjutkan perjalanannya menuju ke Gedung Putih.

The Sower's Seeds - Brian Cavanaugh.
Kau tak akan pernah tahu kapan kau akan memerlukan orang lain, atau kapan seseorang memerlukanmu. Kebijakan dari seluruh hidupmu melukis sebuah citra dimatamu, yang membantu orang lain melihat, menemukan pertolongan yang ia butuhkan, dan bahwa masih ada keutamaan lain di dunia ini dari pada sekedar peduli dengan dirimu sendiri, yaitu kepedulianmu pada orang lain, sahabatmu atau benar-benar orang lain.Maka bila ada sahabat atau seseorang memerlukan perhatian atau bantuanmu, atau meminta maaf atas satu kesalahan, itu karena ia menghormati dan menghargai kebaikan yang pasti ada dalam jiwamu. Kau dapat menghormati juga permintaan itu, atau kau meninggalkannya di tengah jalan sendirian.

Rabu, 06 Oktober 2010

SEBUTIR KURMA PENJEGAL DO'A

Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.
 
4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT," kata malaikat yang satu.
"Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab malaikat yang satu lagi.
Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. "Astaghfirullahal adzhim" ibrahim
beristighfar.
Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma.Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya. Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. "4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?" tanya ibrahim.
"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang
kurma" jawab anak muda itu. "Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?". Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. "Nah, begitulah" kata ibrahim setelah bercerita, "Engkau sebagai ahli waris orang tua tu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?".
"Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya." "Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu"

Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim. 4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. "Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain." "O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris
pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas." "Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah? lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu...